berdiri jasad menghadap Dia
bukankah hati juga harus terasa Dia depan mata?
Kiblat yang kadangkala entah betul tidak serongnya
tidak diambil endah darjah sudutnya
bukankah seharusnya kiblat itu menjadi tapaknya?
yang wajib untuk kita berpaksi padanya?
saat takbiratulihram diangkat
kedua tapak tangan harus dibuka menghadap kiblat
beserta ucapan kalimah Allah Maha Besar
bukankah hati juga harus terasa : SUNGGUH. ALLAH ITU MAHA BESAR?
yang disembah, yang di hadapan ini sungguh lagi besar gunung dunia?
yang seharusnya hati juga ada rasa kerdil, kecut, takut dengan yang Maha Besar itu?
yang seharusnya ada rasa gentar di hati hingga ketar jasmani?
saat iftitah sang pembuka dibaca,
"Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi,bukankah harus hadir hadir rasa malu dalam diri?
dengan keadaan suci lagi berserah diri;
dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik.
Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam.
Tidak ada sekutu baginya, demikian aku diperintahkan, dan aku adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berserah diri."
menghadap Yang Esa,
menyatakan bahawa solat, ibadah, hidup dan mati yang hanya untuk Dia,
namun ada yang tidak dilaksanakan dengan sebenarnya untuk Dia?
diiringi Ummul Quran berayat tujuh,
"[1]Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[2]Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam.benarkah hanya pada Dia pertolongan diminta?
[3]Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
[4]Yang merajai hari pembalasan.
[5]Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan.
[6]Tunjukilah kami jalan yang lurus.
[7]Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan)
orang-orang yang dimurkai ke atas mereka, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat."
bukankah sebagai hamba, sebaik-baik pertolongan dan pergantungan itu hanya pada Dia?
mengapa masih ada pengharapan selain dari Dia?
tika kepala tunduk
"Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung"
bukankah harus wujud dalam hati,
tunduk rukuk hamba penuh hina pada Yang Maha Agung?
menghadap Dia dengan dosa yang bertimbun-timbun?
tika kepala sujud
"Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi"
bukankah harus wujud dalam hati,
tunduk sujud hamba penuh hina pada Yang Maha Tinggi?
datang bertemu Dia dengan sekerdil-kerdilnya?
terkadang ketiadaan rasa yang hadir dalam solat itu dibiasakan
hingga manis juga indahnya rukuk dan sujud
tidak menawarkan gelora jiwa yang meribut
lantas terus meragui bongkok rukuk sujud diterima Tuhan
ingin ku kembali fitrah bertuhan
ingin ku kembali rasa bertuhan
Tuhan,
Gagahkan aku tanpa makhluk ciptaanMu,
Lemahkan aku tanpa Kamu.
No comments:
Post a Comment