Dalam keriuhan dan ceria
Mulut yang bising tak berhenti berkata-kata
Sepenuh hati terluah tawa
Namun masih tidak menjangkaui batas yang seharusnya
Dalam hanya sekerdipan mata
Tiada suara bersisa
Hadir satu rasa yang janggal nadanya
Terkaku lalu terpaku segala
Hadir yang tanpa dijangka
Perginya juga tanpa diduga
rasa yang menggenapi sukma
gerhana seluruh jiwa raga
hanya kerana rindu pada dia yang tiada
pada dia yang hadirnya seketika cuma
pada dia yang pernah sempurnakan cinta
terkadang
masih terasa aku punya dia
dan cepat juga aku kembali berpijak di bumi nyata
datang yang hanya sementara
buat aku buka mata, buka jiwa
hargai yang depan mata seadanya
mengembalikan fitrah pensetia
redha akan ketentuan dariNya
bersyukur diberi petunjuk Yang Kuasa.
No comments:
Post a Comment